Daily

Cerita Supir Angkot

Tanggal 30 April 2016, hp mungil selalu berdering kencang. Ntah mengapa diriku terasa seperti buronan debt collector..hahahaa.
Asal muasal adalah karena kontrakanku yang dulu akan di repair dan dicat sehingga barang barang yang masih ada di sana harus di angkut bersih, mau ga mau deh.

Di mulai pukul 12.00 WIB, tgl 1 Mei 2016 gue bergegas dan membereskan semua barang. Dan wow betapa kagetnya ketika melihat barangnya bnyak sekali..hahaha.

Alhasil pukul 15.00 WIB, barulah selesai.
Oke fine, no problemo. Saatnya mncari carteran angkot. Sudah 2 angkot yang di temui menolak tawaran untuk mengantarkan ke arah stasiun bogor.
Alasannya ada kejauhan karna ada sistem satu arah, dan ada yang beralasan takut polisi.
Yoweslah, alesan yang cukup masuk akal.
Hingga akhirnya, gue ke daerah pangkot dan bertemu dengan Pa Wawan ini, si supir angkot.

Awalnya, gue diam aja karna bngung memulai obrolan.
Tetiba, terpikir untuk bertanya asal beliau. Dan mulailah obrolan kita beruntai panjang sekali.
Kehidupan beliau sangat penuh prjuangan. Berawal dari umur 1.5 tahun di tinggal ortu, lalu di rawat nenek dan kakeknya.
Lalu mendapatkan beasiswa dari HMI dan disekolahkan sampai SMP.
Bukannya dia tak mau mlnjutkan, namun di masa itu kebutuhan makan lebih utama dari kebutuhan pendidikan.

Ketika sekolah dia tinggal bersama paman. Namun, dengan alasan yang cukup rasional dia meninggalkan tempat tinggalnya itu. Dimulai dari dia gelandangan, dan tempatnya adalah di Berlin. Ya bukan Berlin Jerman, tapi berlin berlin-annya kampus IPB…hahahaa
Kesuksesan memang tidak selalu mulus, penuh perjuangan untuk mencapainya. Perjuangan berurai air mata ataupun penuh canda tawa..

Di lanjut cerita tadi, akhirnya pa wawan menjdi pemulung dulu beberapa tahun. Namun, beliau merasa Allah tidak akan merubah suatu kaum. Jika bukan kamunya itu sendiri yang mengubahnya.

Oke, akhirnya dia menjadi kenek supir angkot bogor yang saat itu masih menjadi primadona pilihan transportasi warga bogor. Tak seperti sekarang yang malah selalu di sudutkan menjadi penyebab traffic jam.
Peluang selalu ada di setiap saat, tinggal jeli-kah orang yang berada d sekitarnya. Nah, ternyata pa wawan ini adalah termasuk golongan orang-orang jeli. Dia melihat peluang mnjadi supir dan jadilah supir angkot Kadal alias Kampus Dalam.

“Hidup memang sementara, akan lebih baik jika berhemat dan sudahlah jangan terlalu berfoya foya”.

Hal ini pun berlaku pada Pa Wawan, awalnya beliau adalah pemabuk dan penjudi. Namun, suatu malam temannya yang sesama pemabuk memberi nasehat pada dia untuk berhenti. Pikirnya, walaupun temannya seperti itu, namun nasehatnya baik, sehingga ia ambil dan dia pikir selama beberapa hari.
Finally, nasehat temannya itu beliau aplikasikan dan sampai saat ini Alhmdulillah beliau berhenti untuk melakukan hal-hal tak penting itu.
Tapi temannya dulu, tak sempat ku tanya bagaimana nasibnya..hahaaa gpp lah dia kan pemeran sampingan. :p
Lanjut, ceritanya beliau udah 25 taun nih jadi supir angkot dan selama itu beliau berhemat dan bertekad harus bisa meningkatkan finansialnya.
Alhasil dia berhasil membeli sendiri mobil angkot yang dia gunakan, 3 taun lalu.
Butuh 22 taun beliau bisa mncapai kesuksesannya sekarang.
Sukses bagi dia. Nah, buat kita-kita nih yang masih berusaha untuk sukses jangan mudah menyerah yak. Pa Wawan aja butuh waktu yang lama sebelum sukses.

Namun, beliau masih membrikan decak kagum buat gue. Ternyata beliau ikut shagal community (salah gaul) yang memiliki program iuran santunan anak yatim.
Subhanallah,.,

Location: Rain city, 1 Mei 2016

Salam

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s