Daily

SMA-nya Si Fulan

“Perubahan belum tentu menjadikan sesuatu lebih baik, tetapi tanpa pembaruan tak ada kemajuan dan tak ada pembaruan”

Sebuah kutipan yang saya ingat dari sebuah buku berjudul Let’s Change!! nya Rhenal Khasali seorang penulis buku yang telah menerbitkan 24 buah buku best sellernya di bidang bisnis dan juga pendiri dari yayasan rumah Peradaban Indonesia.

Saya tak akan membahas beliau, haha…. terlalu bnyak dan akan panjang ceritanya jika kita mmbicarakan beliau yang sangat menginspirasi.

Saat ada kata berubah, langsung teringatlah saya ke kejadian si fulan saat SMA yang membuat si fulan ini berbelok dari jalur biasanya anak siswa kampungnya lakukan. SMA si fulan adalah SMA paling kacau jika dilihat dari managementnya. Akreditasinya pun hanya sebatas B kurus. Tapi bagaimana pun si fulan tidak mau masuk sekolah ini, tetap dia akan ditakdirkan masuk SMA tsb karena di desa nya sekolah itu satu-satunya yang ada.

Namun, alangkah bahagianya bagi si fulan ini, sekolahnya mengalami perubahan ketika kepala sekolahnya di ganti. Lalu kepala sekolah tsb membuat sebuah pembaruan pada management guru dan pembelajaran siswa.

Bisa digaris bawahi, perubahan membuat sekolah ini melakukan pembaruan. Namun, perubahan ini tidak mudah. Kebiasaan siswa yang bolos, tidak merawat fasilitas sekolah, bahkan beberapa siswa sering sekali tertangkap Satpol PP saat jam sekolah harus di ubah perlahan. Sebulan berjalan, sekolah di demo oleh siswa karena terlalu bnyak aturan. Tiga bulan kemudian, properti sekolah di rusak dan bahkan banyak yang dicuri oleh siswa. Setelah berjalan 6 bulan, mulai siswa smerasakan manfaat dari perubahan itu. Setahun kemudian ada akreditasi yang dilaksanakan di seluruh sekolah di kabupaten si fulan ini.

Hampir smua siswa yang di iniasi si fulan mendukung terciptanya suasana yang baik dan kondusif di Sekolahnya. Si fulan yang melihat perubahan ini akan membawa pembaruan pada citra sekolahnya d mata masyarakat. Dengan giat si fulan mnyebarkan dan memberika pengaruhkepada teman-temannya dengan cara yang easy going. Tidak dengan paksaaan, tapi dengan memberikan harapan dan keuntungan jika sekolah dia bisa mendapatkan akreditasi yang baik.

Tiba hari H penilaian akreditasi, para asesor dri pusat berdatangan dan mulai memberikan penilaian. Si fulan dan kawan-kawannya memberikan kesan positif dan keramahan ala anak kampung.

Setelah sebulan usai dari akreditasi, tibalah pengumuman apakah sekolahnya mendapatkan akreditasi terbaik atau tidak. Dan ssuai dengan usaha mereka, akreditasi yang diperoleh dengan nilai terbaik, A.Hal ini, memberikan kegembiraan pada mereka karna dengan nilai akreditasi terbaik, maka kesempatan untuk melanjutkan kuliah atau pun bekerja bisa bersaing dengan sekolah elit yang hanya ada di kota yang tak mungkin kuat si fulan utk menanggung biayanya.

Sekali lagi buatlah perubahan, maka akan tercipta pembaruan dan kemajuan.

Salam,

Rain city, 17 May 2016

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s