Opini, Peristiwa

Opiniku: Pembaruan Story Status di WhatsApp

Selamat pagi semua,
Pagi ini gue tercengangkan (bener ga ya bahasanya hahaa) oleh update an dari beberapa aplikasi sosial media yang terinstall di hp jadulΒ Jadi sekarang WhatsApp memiliki fitur baru yaitu story status mirip dengan ig story/snapchat. Memberikan layanan video untuk memperlihatkan aktivitas yang sedang dijalani oleh para pengguna setia WhatsApp. Nih dia penampakannya.

shofi fajriah ilmi
Pembaruan Story Status di WA

Dalam hal ini banyak komentar pro dan kontra. Biasalah namanya juga perubahan pasti ada pengguna yang setuju, engga, dan gak peduli. Gue pribadi sangat menyayangkan akan pembaruan ini karena menurut gue konsep awal dari WA sendiri menjadi blur. WhatsApp sendiri bagi gue adalah sebuah aplikasi untuk texting dan membantu dalam pekerjaan gue. Ketika adanya fitur ini, orang yang memakai aplikasi ini untuk bekerja, bisa saja malah menjadi “kepo” status orang-orang dan alhasil kerjaannya pun “nothing”.Β  Di era saat ini, sosial media menjadi kebutuhan dan kebiasaan orang Indonesia yang sudah sulit untuk dikontrol lagi. Hampir waktu luang kita dihabiskan untuk berselancar internet dan bermain dibeberapa aplikasi sosial media seperti Path, instagram, twitter dan facebook. Banyaknya aplikasi sosmed tersebut menurut gue udah cukup, sehingga WhatsApp ga usah ikut-ikutan menambah fitur seperti story status karena malah membuat user merasa terganggu. Apalagi jika user tersebut menggunakan aplikasi WhatsApp untuk kepentingan pekerjaan yang sifatnya pribadi.

Jadi intinya gue merasa keberatan dengan adanya fitur itu, biarlah kita memiliki segmen/aplikasi tersendiri untuk setiap kebutuhan. Misal untuk texting kita bisa pake WA/telegram. Untuk sosial media/tempat mencurahkan kegalauan/aktivitas saat ini biasa menggunakan Instagram/Path/Twitter/Facebook.

INI OPINIKU, MANA OPINIMU…….[Silahkan tuliskan opini sobat di kolom komentar ya]

Buitenzorg, 23 Feb 17

Salam,
Shofi

Advertisements

4 thoughts on “Opiniku: Pembaruan Story Status di WhatsApp”

  1. Hai Sofi, seneng baca tulisan mu, kalo alesannya “Apalagi jika user tersebut menggunakan aplikasi WhatsApp untuk kepentingan pekerjaan yang sifatnya pribadi.” Aku ga nemu jeleknya apa. Apakah adanya status story jadi ganggu privasi pribadi? Selama ga dipake buat aplod hal pribadi, keknya ga bakalan terganggu dah. Wqwq.. lgian selama ni kan fitur status emang ada~.. cuma sekarang pake gambar dan bisa ilang sih.. aku agak kurang sreg karena bisa ilang.. jadi kita ga punya headline yang ngasih tau hal urgrnt misal “hanya bisa dihubungi pukul sekian dan sekian” atau “holiday off” itu aja sih menurut ku ~

    Like

    1. Makasih atas opininya ya Lisna :). Di tulisan itu maksudku kadang gara-gara ada fitur itu kita malah sibuk liatin story status orang (yang dah upgrade pake video karena kalo dalam bntuk visual keinginan untuk kepo biasanya lebih tinggi) daripada misal ngurusin kerjaan: Harus ngehubungin klien by WA di waktu kerja. Tp aku setuju juga sama kamu yang fitur status berubah jadi video. agak kurang sreg.
      Overall gimana bijaknya seseorang ngegunainnya sih..hahaaaha

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s