Peristiwa, Seni

Tengok dulu Sejarah Tugu Kujang & Lawang Salapan di Bogor yoookkk…

Aku jatuh cinta pada dan di kota ini.

Aku suka hembusan angin yang kulalui di kota ini

Aku suka hujan yang basahi daun di tempat ini

Ya sepenggal puisi dari gue yang memulai cerita gue kali ini. Hahahaa..

 Oke, sekarang gue akan bahas salah satu icon dari kota ini. Apa tuh???
Iya, salah satu icon kota Bogor ini adalah Tugu Kujang dan yang tahun 2016 baru diresmikan yaitu, Lawang Salapan yang berdiri kokoh bersebrangan dengan Tugu Kujang dan menjadi spot foto dan istirahat para pecinta jogging saat weekend. Eh tapi kadang anak-anak yang “bobogohan” juga ada di situ hehee.
Oke next, buat kalian yang dari luar Bogor maka ketika kalian masuk ke daerah kota Bogor dari exit tol Jagorawi maka yang akan anda saksikan adalah sebuah tugu yang menjulang dengan bentuk kujang diatasnya. Ya benarrrr…itulah tugu Kujang guys..

Tugu Kujang Bogor

Tiga puluh empat tahun yang lalu atau tepatnya pada tanggal 4 Mei 1982, warga Kota Bogor tengah meresmikan Tugu Kujang yang merupakan simbol kebanggaan Kota Bogor di bawah kepemimpinan Wali Kota Bogor saat itu Ahmad Sobana. Tugu kujang tersebut berdiri kokoh dan megah dengan ukuran tinggi sekitar 25 meter dibangun di atas seluas 26 m x 23 m. Tugu Kujang dibuat untuk menghormati sejarah, memuliakan perjuangan para leluhur dan juga simbol perjuangan dan semangat rakyat Pakuan Pajajaran.

Nama kujang itu sendiri di ambil dari nama sebuah senjata pusaka tradisional etnis sunda yang konon di yakini memiliki keistimewaan dan kekuatan gaib, dan sejak zaman kerajaan pajajaran yaitu pada abad ke 14, pusaka kujang sudah di kenal oleh masyarakat sunda yang fungsi nya sebagai peralatan pertanian.

Next ke icon selanjutnya yaitu Tepas Salapan Lawang Dasakerta atau Lawang Salapan ini. Salapan artinya Sembilan, nah maksud dari salapan tepas dari bangunan ini yaitu perdamaian, persahabatan, keindahan, persatuan, kesantunan, ketertiban, kenyamanan, keramahan, dan keselamatan.

Lawang Salapan

Di banguan ini juga ditulisan paribasa sunda yaitu Dinu Kiwari Ngancik Nu Bihari Seja Ayeuna Sampereun Jaga. Artinya yang kita nikmati hari ini adalah ikhtiar dari para pendahulu kita, dan apa yang kita lakukan di hari ini adalah untuk kebaikan dan kejayaan generasi masa depan. Intinya menurut gue, kita jangan mikir pendek dan mikirin diri sendir sih..iya ga sih?? Hahaha
Nah, tulisan tersebut berasal dari prasasti Lingga dan Batutulis Kerajaan Pajajaran yang dipimpin oleh Sri Baduga Maharaja Ratu Adil.

Mungkin segitu dulu ya informasi tentang icon dari kota Hujan ini..next gue bakal bahas beberapa materi yang lebih baik mungkin ya..hehee
Atau kalo kalian punya ide materi yang harus dibahas, silahkan komen atau kontak gue ya.
Makasiih

NB: Foto-foto lainnya bisa kalian liat di ig gue ya, silahkan follow @shofi_fajri (promosiii aja ttp)
Salam,

Shofi

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s