Peristiwa

Sepenggal Kisah Penugasanku di Luwuk, Sulawesi Tengah (part 1)

Saat itu, bulan Desember 2015 gue diterjunkan dalam misi pengembangan SDM di daerah terdampak migas di daerah Luwuk, Sulawesi Tengah. Entah karena gue saat itu masih muda dan senang dengan hal-hal baru, gue ngerasa excited banget pas penugasan pertama dari bos gue itu.Oke saat itu gue langsung jawab iya, tanpa berpikir dimana itu luwuk, tempat yang seperti apa itu Matindok dan Donggi. Kebetulan daerah yang terdampak migas saat itu adalah di daerha Matindok dan Toili.

Buat kalian yang ga tau itu daerah mana, ini gue kasih peta deh ya hahaaa

Ini jarak dari Kota Luwuk ke daerah Matindok
Sorry, buat ke daerah Toili, google maps aja belum bisa perkirakan jarak tempuhnya. So, you know lah bagaimana keadaan jaringan di sana dan lingkungannya.

Ngapain sih gue kesana??

Saat itu, gue menjadi project leader dalam pelatihan welding untuk masyarakat asli di sana. Asal muasal gue bisa terjun di dunia sosialengineering ini tidak terlepas dari peran bos gue yang super duper keren dan punya misi yang mulia untuk membuat program kerja yang bisa membantu masyarakat pedalaman untuk bisa lebih maju dari sebelumnya. Karena saat itu, tempat disana sudah mulai terlihat perkembangan ekonomi akibat adanya pembangunan industri gas di sana. Pelatihan terbagi menjadi 2 batch. Batch pertama dilaksanakan bulan Januari di daerah Matindok, sedangkan batch kedua di mulai bulan Maret di daerah Toili/Donggi.

Baiklah, bulan pertama pelatihan adalah bulan Januari 2016. Dan untuk pertama kalinya gue bakal langsung menetap selama sebulan di daerah Matindok terlebih dahulu. Oke no problem, it easy.
Perjalanan pagi itu gue mulai dari Bogor menggunakan Bis Damri dan sampai sekitar pukul 09.00 WIB di Bandara Soekarno Hatta-CGK. Pesawat gue boarding sekitar pukul 10.00. Gue sempatkan diri dulu makan di KFC bandara dan bertemu dengan 4 orang lainnya yang sama sekali gue belum pernah bertemu sebelumnya dan cuman mengandalkan percakapan sok asyik di Whats App. Setelah bertemu di KFC, and damn semuanya bapak-bapak. Tim gue semuanya diatas 30 tahun dan sudah berkeluarga semua. Disitu gue mikir, dan bersabar. Mohon bersabar ini ujian.

Setelah memulai beberapa pembicaraan dengan mereka, gue ngerasa nyambung ngobrol dengan mereka. Asyik dan memiliki humor yang hampir satu frekuensi. Yesss….Pepatah don’t judge book by the cover jadi berlaku di sini..hahaa

Ini dia penampakan tim trainer dan auditor welding untuk batch 1 yaitu di Matindok.

Kiri-Kanan Pa Andi (trainer) – Pa Ahmad (PM)-Pa Yopie (auditor) Udah akrab ajja

Next ke post selanjuta nya ya…

Pertemuan dengan para peserta welding dan How is my life there

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s